Nanggala 402; Bagamanalah rasanya kamu menghadapi detik2 terakhir hidupmu?

Yuhanis Azam

Tak dapat saya bayangkan keadaan di dalam kapal ketika itu. Berada di ruang yang sempit, panas, gelap dan jauh di dasar lautan. Keadaan kapal mula retak akibat tekanan air yang kuat. Air mula memasuki sebahagian ruang di dalam kapal. Dengan bekalan oksigen yang hanya berbaki 3 hari.

Ditambah suara menger1kan dinding kapal yang berdentum-dentam mulai remuk. Semakin hari semakin tipis harapan… Dan kapal perlahan-lahan mulai karam dan akhirnya musnah. Tak dapat saya bayangkan situasi yang kalian sedang hadapi. Ket4kutan yang luar biasa bila tahu nyawa akan diambil bila-bila masa.

Jika saya berada di situasi kalian, sepanjang masa pasti saya hanya akan men4ngis dan berdoa.
Berdoa moga Allah swt ampunkan d0sa-d0sa saya. Doa agar saya selamat dari az4b kub0r dan az4b api ner4ka. Pasti juga saya terbayangkan insan-insan tercinta.

Betapa pilunya bila membayangkan kita tidak dapat pulang, tidak dapat menatap wajah yang tersayang untuk selama-lamanya. Sudah pasti air mata akan mengalir deras… Kini kalian pulang ke alam yang kekal abadi. Sudah tiba masanya untuk kalian berehat. Selamat jalan para syuhada…

Berikut adalah muat terakhir dari krew Nanggala 402 yg mendendangkan lagu ‘Sampai Jumpa’ di saat awal mus1bah menimpa kapal selam mereka…

Kredit; Yuhanis Azam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*